Alasan Butter Blend Takkan Pernah Menyamai Butter Murni
Di dunia baking, label “Butter Blend” sering kali dianggap sebagai alternatif “cepat” & lebih ekonomis dengan kualitas serupa mentega murni (pure butter)…
Tapi secara teknis komposisi, keduanya berada di kasta yang berbeda (Label Butter Murni VS Butter Blend)
Mengapa butter blend tidak akan pernah bisa menggantikan posisi mentega murni?
Yuk bahas faktanya secara transparan karena ternyata masih banyak Sobat Bakers yang menganggap Butter Blend adalah margarin + butter murni yang sudah siap pakai
1. Identitas Asli Butter Blend adalah Bukan Butter, Tapi “Margarin Plus” Secara komposisi, butter blend sebenarnya adalah produk berbasis lemak nabati (minyak sawit atau kedelai yang dihidrogenasi) yang dicampur dengan sedikit elemen susu. Komponen “butter” di dalamnya biasanya berupa:
1. AMF (Anhydrous Milk Fat): Lemak susu murni tanpa air.
2. Butter Oil: Minyak mentega pekat.
3. Butter Oil Substitute: Pengganti aroma mentega sintetis.
Artinya, secara struktural, butter blend lebih dekat kerabatnya dengan margarin (panggil saja margarin lunak) daripada mentega murni
2. Titik Leleh (Melting Point) yang Berbeda, ini adalah rahasia kalo Sobat Bakers ingin hasil baking yang lembut, lunak, lembab dll sangat dipengaruhi oleh satu ini…
Mentega murni punya titik leleh yang tepat di bawah suhu tubuh manusia (sekitar 32-35 derajad). Inilah yang menciptakan sensasi melted yang berusaha digantikan oleh berbagai produk subtitusi.
… Sebaliknya, butter blend menggunakan lemak nabati yang artinya titik leleh lebih tinggi dan Hasilnya? Masih ada Efek “ngendal” / lapisan lemak yang menempel di langit-langit mulut (waxy mouthfeel) yang tidak bisa dihindari. Jadi Sobat Bakers yang bertanya min kenapa sih kok kue ku, bolu ku dkk itu penyebabnya karena hanya mentega murni jawabannya (tapi relevankan harga jual)
3. Profil Aroma bila ada perpaduan (BOS) antara Alami vs. Rekayasa. Aroma mentega murni berasal dari asam butirat alami dan interaksi kompleks protein susu saat dipanaskan (reaksi Maillard) alasan bakery pro aromanya “mancep” sementara Butter blend biasanya masih juga ditemukan menambahkan “artificial flavors” artinya mengandalkan fragrans sintetis untuk meniru aroma mentega murni.
Bagi lidah yang pernah rasa full mentega murni, aroma butter blend akan terasa “flat” & tidak memiliki kedalaman rasa (aftertaste) yang nikmat seperti mentega murni.
4. Performa Tekstur dalam Adonan yang tidak bisa diucapkan… tekstur lembab & lembut, melt yang memang tidak akan bisa tergantikan….
Jadi ??? Sambung di next post solusi butter blend bisa jadi lembab melt dan soft 😉
-
3 Savory Yanastar
-
Modern Spikoe
-
Roti Jadoel Nusantara
-
American Soft Baked Cookie



